Breaking News
recent

EDISI 2, PRIMBON


Haloooooo! Apakabar pembaca setia majalah on line panchake semuanya. Gimana kabar? Pastinya semua tahes komes, kan? Alhamdulillaaaahh :)
Oktober telah tiba, Guys! Cepat sekali waktu berlalu, ya. Sudah pada nikah belum neeehh? Yang belum dapet pasangan, semoga disegerakan tahun ini. Aamiin.
Para hantu setia yang baik hati, dari makam panchake atau pun dari luar makam, kali ini rubrik primbon akan membahas tentang pilkada. Tentunya masih hangat, kan, isu pilkada ini?
Pilkada, tetap saja dalam pandangan saya, adalah pesta politik. Meski tidak sebesar pesta ala pilpres. Namun, yang namanya pesta, sekecil apapun pasti membutuhkan biaya. Pasti perlu persiapan yang matang juga. Apalagi menyangkut kebutuhan rakyat. Eh, guys! Rakyat sebenarnya butuh ndak sih, pesta-pesta gituan? Atau hanya para pejabat aja yang butuh ini? Akh, abaikan sajalah! Bukan wewenang saya untuk membahas ini. Hehehheeh.
Kembali ke lep-prim, ya. Jadi begini, Guys, saat musim pilkada tiba, bisa dipastikan para tenaga supra natural atau yang biasa disebut para normal, itu akan banyak kebanjiran order!
"Lohh! Apa hubungannya, Mbak?"
Jadi begini, Guys, sudah bukan rahasia lagi, kan, kalao para kandidat wakil rakyat ini akan menyewa orang-orang pintar untuk membentengi diri mereka dengan ilmu-ilmu ghaib. Supaya, jika ada serangan dari luar, atau katakanlah lawan mereka, itu bisa diantisipasi dengan kekuatan magis tersebut.
Tidak hanya itu, paranormal juga dibutuhkan untuk mendongkrak popularitas, mengangkat pamor, agar bisa terkesan di mata khalayak. Terkadang sampai ada juga yang nekat  menyewa dukun aliran hitam dengan syarat yang tak main-main pula. Lalu menggelar berbagai ritual dan menyiapkan sesajen-sesajen yang bila dipikir, akan jauh dari logika. Pun kabarnya, honor yang diterima oleh para tenaga supranatural ini jauh lebih fantastis dibanding paranormal biasa.
Terkadang, di dalam hati saya begitu banyak pertanyaan mengenai pesta-pesta demokrasi ala wakil rakyat ini. Tapi mau bertanya ke siapa, mungkin ke rumput yang sudah ndak bergoyang kali, yah? Hehheheh
Tapi jujur, menurut pikiran saya, daripada uang dihambur-hamburin untuk menyewa paranormal, kan mending menyewa saya. Bener ndak, Guys! :D :v
Tapi ndak mau, ah. Mending kalau duit yang dipake nyewa saya itu duit sendiri. Kalau duitnya rakyat, gimana coba? Iiihhh, atut! :P
Kembali ke lap-prim! Kalau di acaranya 'Bukan Empat Mata' Mas Tukul Arwana selalu bilang, ''kembali ke laptop". Tapi kalau di rumbrik primbon ini, adalah "kembali ke lap-prim", lap-prim adalah laporan primbon. :)
Oke Sudrajat

Oke Sudrajat

1 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.