Breaking News
recent

EDISI 5, PUISI (KAMBOJA)





KAMBOJA

Oleh: A. Yanuari
Biji-biji batu menopang ranting kamboja
Dan kau nyenyak berselimut tanah, Ibu
Uban serupa ladang kapas di rambutmu
Kini menjelma jerami tegak yang berserak
Halangi tanah satu petak
Ingatanku diseret ketika dasar jarimu masih mengusap keningku
Duduk dengan bibir melukis pelangi, kau berkisah:
"Nak, sebutir senyum menetas saat kulit perutku yang membuncit kau gerakkan
Nak, jalanku perlahan, tidurku tak karuan
Ya sudah jadi adat ibu hamil banyak pantangan
Ketika waktunya rahim kan muntahkan isinya
Teriakan bermunculan, jeritan bersahutan:
Hidup, mati, mati, hidup
Hidup, mati, mati, hidup
Hidup, mati, mati, hidup
Aku ingin kau selamat
Biarlah nyawaku jadi taruhan
Aaaaaa......
Dan kau lahir dengan merah putihnya darah"
Ibu, kuingat gerimis di wajahmu
Redupnya matamu
Senyummu menebas pilu
Ibu, kini kau nisan dan kelopak kamboja
Yang ingin mereguk secangkir do'a
Bandung, 11 Des 15
Oke Sudrajat

Oke Sudrajat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.