Breaking News
recent

EDISI 5, PROFIL PENULIS (ANISSA HAROEN)




Annisa Haroen, Mama Cantik yang Hobi Nulis Horor dan Romance
            Hujan dan setetes kenangan yang singgah di hati, kini mongering dalam pelataran hati yang tengah dirundung kemarau panjang. Seperti semangkuk mie tanpa kuah, dengan taburan bawang goreng di atasanya. Lah? *gagal fokus. Selamat datang Januari, apa kabar hujan yang kini seolah jadi makanan sehari-hari?
            Ketemu lagi sama Majalah Panchake di tahun yang baru, awal tahun yang tentunya penuh harapan baru, juga kekasih baru *eak. Di musim hujan kayak gini, enaknya jalan-jalan di kota yang sejuk dan hijau. Kali ini Majalah Panchake bakal ngajak kamu mengunjungi seorang penulis, teteh geulis asal Bandung yang keren banget. Penasaran siapa? *liatin judul. Pengen tahu apa aja tentang teteh geulis yang satu ini? Cekidot!
            Berawal dari Diary
             Udara Bandung yang dingin, namun kami disambut senyum hangat teteh Annisa Haroen yang jadi tamu special Majalah Panchake edisi hari ini. Obrolan ringan pun mengalir, sambil sesekali bercanda dengan penulis novel Love Conselour ini. Ketika ditanya awal debutnya memulai karir sebagai seorang penulis, dia mengaku, “Kalau hobi nulis udah dari SMP, suka nulis diary. Terus nulisin kisah percintaan temen-temen, nambahin drama dan improvisasi dikit dan jadilah sebuah cerita. Lalu aku kasih ke mereka balik, dan gak nyangkanya mereka suka,” ujar mama dari Darian Richie dan Adel ini.

            Mengawali dengan Novel
            Diantara banyaknya jenis tulisan yang bisa dicoba untuk terjun ke dunia penulis, baik cerpen, puisi, maupun novel, Teteh Annisa Haroen memilih novel sebagai awalan. Sebenarnya bukan karena alasan khusus, hanya saja dia memang senang menulis novel. Hingga tepatnya di akhir tahun 2013 dia mulai serius menekuni bidang yang satu ini.
            Punya Ritual Khusus Sebelum Menulis
            Setiap penulis punya satu kebisaan atau sebuah ritual khusus sebelum mulai menulis. Tentunya sebuah ritual yang positif dan gak neko-neko ya, Parhan. Tidak seperti harus ke dukun dulu atau gimana, tapi hanya sebuah kebiasan unik sang penulis yang menemani aktivitasnya mengarang kata tersebut. Seperti teh Annisa ini, dia juga punya ritual khusus loh. “Kebiasaan setelah buka computer pasti denger lagu dulu, terus surfing internet yang berhubungan dengan naskah yang akan ditulis. Selain itu harus ada makanan dan minuman,” gumamnya pada kami. Sedangkan untuk menstabilkan mood, teteh punya cara tersendiri, “Kalau ritual untuk mengundang mood booster, harus ada wewangian yang lembut. Dengerin soundtrack novel kita sendiri (Ini penting, sebelum bikin novel cari soundtrack dulu. Terserah mau bikin lagu sendiri atau pakai lagu ornag lain,” tuturnya.
            Karena Deadline
            Ada kisah unik dari Novel Love Counselor yang ditulis Annisa Haroen, pasalnya novel ini hanya ditulis dalam waktu dua minggu. Bisa dibilang karena tuntutan deadline yang meminta novel ini untuk segera terbit. Namun deadline lantas tak menjadikan novel ini buruk, justru novel yang digarap cepat ini pun tetap menjadi satu novel yang asik dan menarik untuk para pembaca. Untuk karya solo sampai saat ini, teteh Annisa telah menuliskan dua novelnya, yang satu dengan genre horror dan romance, Love Conselour dan Kuntilanak Pondok Indah. Mama cantik yang tengah disibukkan dengan sebreg kegiatan menulis dan rumah tangga ini juga tengah mempersiapkan naskah terbarunya. Kita tunggu saja ya, Parhan.
`           Dibawa Santai Kalau Nulis Horor
            Menulis horo sebenarnya tidak sulit, hanya saja terkadang seseorang takut memulainya. Takut juga kan kalau ada yang tiba-tiba nemenin, hehehe. Ketika ditodongi pertanyaan apakah teteh Annisa ini takut? Dia menjawab, “Pernah ada perasaan takut pas nulis horror. Malah pernah pas lagi nulisnya malem-malem, naskah lagi dapat konfliknya malah gak tidur sampai adzan subuh. Gak tahu kenapa. Cuman ke sananya lebih dibawa santai aja,” tuturnya.
            Tentang Ide dan Segala yang Mempengaruhinya
            Bagi seorang penulis, ide bagaikan emas, jadi tak heran terkadang untuk mendapatkan ide banyak hal yang dilakukan. Seperti contohnya Teteh Annisa Haroen, dia yang hobi nonton film ini juga terkadang dapat ide dari film dan music. Lulusan universitas jurusan Broadcasting ini jugalancar berbahasa inggris, walau belajar otodidak. Learning by doing. Dia juga pernah terjun ke dunia blogger sebelum akhirnya vakum karena beberapa hal.
            Ada banyak hal yang bisa kita pelajari dari teteh Annisa Haroen. Konsistensi, ketekunan dan keberanian adalah modal awal untuk kita menulis. Jika sekarang kamu sudah mempunyai kemauan, keteguhan hati untuk menulis, maka tinggal satu lagi, keberanian. Sanggupkah kalian menemukannya di dalam diri kalian sendiri?

Oke Sudrajat

Oke Sudrajat

2 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.